Perhatian Orang Tua Terhadap Perkembangan Psikologis Anak

Published Januari 16, 2012 by dinaratnasari

Jika tingkah laku anak sangat tertutup dan terkesan malu-malu, maka indikasi ini adalah pertanda negatif tentang indikasi gagalnya pembinaan hubungan yang erat antara anak dengan orang tua-nya.Walaupun menjadi orang tua yang ideal sangat susah untuk dikerjakan, namun penekanan utamanya adalah dengan terjalinnya hubungan mental yang baik terlebih dahulu. Hubungan yang baik dapat dimulai dengan hal-hal yang bersifat kecil sampai masalah-masalah yang dianggap kompleks.

Salah satu kebiasaan negatif atau kebiasaan orang tua yang jelek adalah dengan tidak menghargai pendapat anak-nya, dan cilakanya hal itu telah tertanam dari semenjak sang anak kecil. Kebiasaan jelek tersebut akan menimbulkan trauma prilaku yang akan terekam di otak sang anak yang dapat dikatakan secara permanent. Jika hal itu terjadi, maka akan sangat susah untuk mengembalikan hubungan yang harmonis antara ke-dua belah pihak.

Anak adalah titipan Tuhan yang harus sepenuhnya dijaga. Namun sayangnya, ditengah beban hidup yang semakin berat, tak jarang banyak masih anak-anak yang tak ber-dosa terlantar. Hal ini tentunya akan banyak dijumpai di kota-kota besar seperti di Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang dll. Perkembangan psikologis anak secara garis besar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari kejiwaan bawaan (bersifat biologis bawaan dari lahir) dan faktor lingkungan (terutama lingkungan keluarga).

Anak yang pola pikirnya belum sepenuhnya dapat dikatakan dewasa, akan cenderung lebih rasional dalam menerima informasi negatif dibandingkan dengan informasi yang sifatnya positif. Hal ini hampir pula terjadi pada setiap individu, termasuk individu dewasa. Informasi negatif dapat lebih mudah diterima karena didalamnya terkandung sifat kesenangan yang sifatnya sesaat, namun akan berdampak buruk bagi orang yang melakukan dan menerapkannya. Jangan sampai anak terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk. Hubungan baik dengan anak harus dilakukan sejak dini, salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan sistem floor time. Floor time adalah aktivitas yang dilakukan olah orang tua dengan anak dalam beberapa waktu, dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan anak dan mengenal lebih dalam tentang sifat anak, begitu pula agar anak dapat mengetahui lebih mendalam sifat orang tua. Terutama sifat positif dimana anak dapat mengetahui seberapa besar kasih sayang yang dimiliki orang tua untuk dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: